Iblis Menggugat Tuhan

Posted: Juni 8, 2008 in Uncategorized

The Madnes Of God (Iblis Menggugat Tuhan)

Sebuah Telaah Sederhana Dari Kerumitan*

Oleh; Muhammad Surahwan**

Bismillahirrahmanirrahim

‘Sesungguhnya keesaan Allah itu tersembunyi dari menara logikamu. Singkirkan keraguanmu. Pengetahuan tentang keesaan Allah sungguh berbahaya, dan yang mencari mudah sekali tersesat.”

Dengan segala kerendahan hati tulisan ini saya persembahkan bukan tujuan yang dimiliki untuk menunjukan sedikit ilmu yang lebih apalagi bermaksud menggurui siapapun. Semata merupakan kelemahan dan keterbatasan saya untuk memperbaiki diri yang teramat dangkal dalam menilai segala sesuatunya. Sesosok diri yang mungkin tiada pantas untuk berbicara tentang kesempurnaan-Nya, dengan keadaan hina yang melekat bersama pakaian kesombongan yang memberatkan.

Dengan keterbatasan disegala dimensi jiwa ini hambaMu tidak bermaksud lancang mencoba mengurai dan menembus dinding yang membutakan hati, berharap meraih ridha-Mu. Dengan pemberianmu hamba meraih ilmu yang Engkau izinkan untuk dimiliki. Semoga hamba dijauhkan dari kekufuran.

Pendahuluan

Karya diri yang merupakan hasil perenungan juga berasal dari pengalaman spiritual jiwa Da’ud Ibnu Ibrahim al Shawni yang diraih dan diperolehnya bukan dari waktu yang singkat untuk kemudian menjadi kekayaan batin beliau. Jika kemudian saya (pembedah) mencoba mengurai maksud dari isi buku beliau, seorang yang sudah mencapai dan menyaksikan keluasan samudera pengetahuan yang haya milik Siempunya kemahasempurnaan kemudian menjadi ilmu yang tertanam dalam dirinya.

Tentulah sesuatu yang saya uraikan disini sangat sarat dengan keterbatasan,dan mungkin saja kesalahan dalam memahami maupun mengkajinya. Hamba berlindung kepada Allah dari kesesatan yang dibisikan kedalam hati hamba yang dhaif.

Ternyata Orang Yang Belajar Dapat Juga Tersesat dan Menjadi Semakin Tidak Mendekati Kebenaran

Karya yang kemudian berwujud sastra dalam bentuk novel memiliki fungsinya sendiri dalam menyampaikan maksud penulis yang berangkat dari sebuah realitas yang dilihatnya. Kemudian beliau mendefenisikanya dengan bahasa novel hasil pendefenisianya.

Membaca buku ini tidak lantas kita harus menyerap keseluruhan secara serampangan segala wacana-wacana yang mungkin selama ini belum pernah melintas dalam jagad diri kita. Banyak ragam akibat yang bermunculan datang dari pikiran kita saat membaca selesai wacana ini. Spekulasi-spekulasi pertanyaan muncul dengan wajarnya dari perangkat lunak kita yang diberinama akal.

Pembedah berusaha menjelaskan kewajaran tersebut terada karena sifat akal kita yang memiliki kecendrungan untuk mengetahui hal-hal baru. Akal kita ternyata memiliki kehidupannya yang terus berkembang dan ingin mencapai kesempurnaan dalam perubahannya. Pada saat akal menemui keterbatasannya untuk memahami hal-hal baru tersebut bukan berarti akal tidak mampu lagi meneruskan penyelidikannya. Tetapi akal membutuhkan waktu atau pase atau tahapan berikut untuk mengasah kualitas potensinya.

Saat membaca buku yang memuat wacana ke-Tauhidan ini, yang berisi muatan wacana ketidak puasan iblis, yang kemudian ia meluncurkan wacana-wacana baru yang tidak kita sangka-sangka. Kalau diizinkan untuk di jelaskan tentang sedikit sebenarnya keluasan ilmu ke-Tauhuidan tiada berbatas dengan dan oleh apaun. Maka wacana gugatan iblis ini hanya sebahagian yang sangat kecil dari ilmu Allah. Maka Disini kemampuan akal kita untuk mencerna semuanya sangat tentu menemui kekurangan dan ketidak mampuan untuk menyaksikan pembicaraan ini.

“Jika kesempurnaan dan kemuliaan adalah milik Tuhan, mengapa masih ada kejahatan? Dan apabila kejahatan itu bukan milik Tuhan, lalu masih layakkah Dia disebut pemilik kesempurnaan dan kemuliaan? Kemudian apabila itu semua bukan kehendaknya, sangat mudah bagi-Nya untuk mentiadakan kejahatan yang sampai sekarang masih mengusai jiwa-jiwa manusia.”

“Dan dari mana kekuatannku berasal untuk membangkang dengan tidak mematuhi perintah Allah untuk tunduk kepada makluk yang bernama manusia. Bukankah aku hanya pantas tunduk dan sujud tersungkur hanya pada Rabku”

Berbagai jurus kemahiran dalam mengelolah hukum logika digunakan untuk memenangkan pembicara tentang siapa yang lebih benar oleh iblis kepada Buhairah untuk menjelaskan eksitensi Allah.

“Ketahuilah bahwa eksistensi Allah itu sangat tersembunyi dari menara nalar logikamu. Singkirkan keraguanmu. Pengetahuan tentang keesaan Allah sungguh berbahaya, dan yang mencari mudah sekali tersesat.”

Namun dari kalimat diatas tidak berarti kita tidak membiarkan untuk tidak menggunakan pikiran kita untuk menalar keesaan Allah, hanya saja keterbatasan manjadi fitra kita. Bukan alasn untuk berkecil hati pada kita untuk kehilangan motivasi bagi yang ingin menyaksikan keindahan dan kesempurnaan Allah. Karena kita harus berbahagiah karena Allah menghadiahi dan menganuggerahkan potensi yang semakin mencukupi kesempurnaan kita sebagai makluk-Nya.

Kecerdasan itu adalah kecerdasan hati kita yang membawa potensi spiritual, dengannya kita akan dapat menyaksikan keindahan dan kemahasempurnaan Allah. Pun masih banyak rahasia-rahasiah jagad diri yang maha dasyat untuk kita ketahui, hanya saja keterbatasan kita yang belum mampu meraihnya. Lagi-lagi kesalahan dan kekhilafan kita yang membuat kealpaan itu semua yang membangun hijab-hijab ilmu Allah.

Kealpaan Manusia Dimanfaatkan Oleh Iblis Pembawa fitnah

Potensi manusia yang memiliki dasar kesempurnaan, kesempurnaan tersebut dapat kita rasakan dengan adanya; akal yang berperan bagi kita untuk membedakan kebenaran dan kesalahan. Iman yang dimiliki oleh hati sebagai instrumen kejujuran. Nafsu yang menjadi pangkal keinginan, keinginan ini memberi potensi kepada manusia untuk berkehendak bebas dalam menentukan pilihan.

Kalau kita analogikan ketiga perangkat pemberian Allah yang sangat cerdas ini, seperti seorang operator yang mengawasi pintu masuk rumah dari sebuah monitor. Jadi hati kita berperan sebagai monitor itu, sementara akal dan nafsu kita menantikan keputusan yang disaksikan oleh hati. Jika kita lengah memelihara hati, maka rusaknya hati sebagai monitor ruh akan membuat akal akan berbenturan dengan nafsu yang memiliki kehendak bebas. Sedangkan sewajarnya akal harus tetap mengawasi nafsu. Sementara akal mutlak memerlukan bimbingan hati.

Disaat kealpaan kita untuk tetap menjaga keseimbangan jagad diri tersebut iblis datang dengan segala tipu muslihatnya menghasut diri melalui nafsu yang telah tidak terarah lagi. Dari saat itulah sifat kemuliaan jiwa manusia semakin tercederai.

Manusia Adalah Perangkat Terkuat Pencari Kebenaran Bisa Menjadi Terlemah

Disaat fitra manusia sebagai makluk Allah yang membutuhkan iman, yakni kemutlakan syarat sebagai makluk yang ingin mengetahui dan mengenal diri dan Tuhannya. Memenuhi kebutuhan akalnya untuk dapat digunakan sebagai instrument kebijaksanaan, juga nafsunya dapat diarahkan menjadi potensi yang mengembangkan diri menggapai kesempurnaan Ilahiah. Dengan demikian peluang untuk mengabdikan diri kepada Allah dengan melihat jalan kebenaran menuju cinta-Nya, dapat menyatu dengan diri kita. Namun alangkah meruginya kita sebagai makluk yang diciptakan dengan segala kesempurnaan harus kehilangan kesempurnaan dan kemuliaan tersebut.

Kerendahan Hatilah yang dapat membimbing diri agar tetap memiliki motivasi melihat kesempurnaan Allah. Dengannya kita iklas menyerahkan seluruh kepercayaan kepada Allah, karena banyak hal yang tidak terjawab karena keterbatasan kita untuk menefenisikan jagad kesempurnaan milik Dzat yang Maha Agung.

Akhirnya pembedah buku Iblis Menggugat Tuhan karya Da’ud Ibnu Ibrahim al Shawni memohon ampun kepada Dzat yang selalu terjaga kemuliaannya dan terhindar dari kesalahan juga kekurangan, Dialah Rabku, junjunganku, tanpaMu aku akan kehilangan arah dan tidak sanggup ku untai kata menjadi kalimat untuk mengungkapkan diriku tanpa kehadiranMu dalam Perjalananku.

Medan,28 Februari 2007


* Sebuah interpretasi dhaif dari seorang yang sedikit ilmunya dan tipis imannya atas buku Iblis Menggugat Tuhan karya Shawni. Disampaikan pada bedah buku Tgl 01 Maret 2007 HMI Kom’s Fisip USU.

* * Penginterpretasi adalah kader HMI Kom’s Fisip USU yang masih harus terus belajar.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s